Connect with us
alterntif text

Opini

Pembelajaran Tatap Muka sebagai Bencana Atau Awal Kebangkitan Pendidikan Indonesia?

Published

on

Oleh: Ifina Trimuliana, M. Pd (Kreator Konten PAUD KEMENDIKBUD RI)

OPINI–Ayah Bunda dan Sobat PAUD, gak terasa ya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sudah hampir berjalan dua tahun. Anak-anak kehilangan kesempatan emasnya untuk bermain bersama di sekolah. Lebih lanjut, masalah demi masalah terkait PJJ ini selalu berdatangan seolah tak ada hentinya. Bagaimana mungkin tidak, toh sebagian besar orang-orang tua di Indonesia buta akan ilmu PAUD. Kebanyakan mereka menganggap PAUD itu hanya sekedar bernyanyi, menari dan menggambar. Maka wajar saja sekarang mereka menjadi ketar ketir menghadapi anak mereka saat PJJ. Namun di tengah masalah PJJ yang tak kunjung selesai ini, terdengar kabar bahagia bahwasanya pemerintah telah mengggencarkan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Tapi apakah benar kita sudah siap untuk menyambut PTM ini? Jangan-jangan nanti hanya sebagai celah terjadinya bencana penularan covid19 secara besar-besaran hingga satu persatu murid kita berjatuhan tertular covid19.

Di lain sisi, selama ini waktu panjang yang telah dihabiskan anak-anak untuk tetap di rumah, tidak menutup kemungkinan menciptakan kenyaman tersendiri bagi mereka, sehingga untuk memulai PTM ini menjadi suatu momok yang menakutkan. Mengapa demikian? Karena di awal-awal kemunculan wabah covid19 pemerintah sendiri kok mengkoar-koarkan untuk tetap berada di rumah masing-masing. Nah sementara sekarang makhluk itu masih ada dengan berbagai varian-varian terbarunya. Walaupun dalam beberapa waktu ini telah menunjukkan penurunan angka sebaran yang cukup signifikan.

Ayah Bunda, jika dilihat lagi lebih dalam, tidak semua anak PAUD paham tentang keberadaan virus ini. Bahkan kadang orang tua mereka sendiri ikut mergaukan keberadaan virus tersebut. Mereka menganggap ini hanya permainan pemerintah untuk merampas kemerdekaan rakyat. Benarkan masih ada aja stigma masyarakat yang seperti itu? lantas bagaimana mungkin mereka mengajarkan untuk taat protokol kesehatan kepada anak mereka? Sedangkan salah satu kunci sukses PTM ini adalah anak maupun satuan PAUD sama-sama mematuhi protokol kesehatan.

Oleh karena itu, sudah seharusnya masalah ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai stakeholder PAUD untuk mencegah agar PTM tidak menjadi wacana bencana bagi Indonesia, tetapi memang sebagai awal kebangkitan pendidikan anak-anak kita. Bagaimana caranya? Yuk simak penjelasan berikut ini:

alterntif text

Bagi Pemerintah:

1. Berikan penyuluhan kepada masyarakat khususnya orang tua untuk membantu menyiapkan anak secara fisik maupun mental agar dapat mengikuti PTM dengan baik. Hal ini dilakukan melalui bekerjasama dengan pemerintah daerah seperti kelurahan maupun desa untuk dapat bergerak bersama sukseskan PTM.

2. Berikan bantuan dana kepada satuan PAUD untuk dapat menyediakan fasilitas sesuai protokol kesehatan, seperti wastafel, sabun cuci tangan, dll. Berikan secara merata tanpa pandang bulu agar semua satuan PAUD benar-benar siap melaksanakan PTM.

Bagi Orang tua:

1. Berikan pengetahuan tentang covid pada anak, memberikan pemahaman tentang covid19 bukan berarti dengan menakuti-nakuti anak sehingga memicu mereka untuk stress. Namun orang tua dan guru hendaknya mampu membuat anak mengerti tentang keberadaan virus ini yang membuat manusia menjadi sakit jika mereka tidak menjaga diri dengan baik. Dengan demikian, anak perlu didorong agar mempunyai kesadaran diri untuk menjaga kebersihan, seperti sering mencuci tangan/hand sanitizer, memakai masker jika keluar rumah, menjaga jarak, menghindari kerumuman, memakan makanan yang bergizi dan lain sebagainya. Tentu penjelasan-penjelasan ini perlu didukung dengan media yang konkret, seperti menggunakan gambar, video dan media menarik lainnya.

2. Siapkan kebutuhan anak dengan baik, seperti bawa bekal makanan, perlengkapan alat tulis yang lengkap agar tidak meminjam punya teman karena hal ini dapat mencegah penularan virus covid19.

3. Bantu anak agar tidak cemas berlebihan, Sobat PAUD, perlu kita pahami bersama bahwa tidak menutup kemungkinan karena lama tidak datang ke sekolah bisa saja membuat anak merasa takut atau cemas berlebihan dengan keberadaan virus ini saat berada di sekolah. Oleh karena itu orang tua perlu meyakinkan dan menenangkan anak namun tetap patuh protokol kesehatan.

Bagi Satuan PAUD:

1. Siapkan fasilitas penunjang kebersihan, sebagaimana orang tua menyiapkan anak untuk patuh protokol kesehatan, satuan PAUD juga harus mendukung hal itu dengan menyediakan fasilitas yang cukup seperti wastafel, sabun cuci tangan, ketersediaan air yang cukup, dll

2. Beri tanda/simbol jarak aman di sekiar ruangan belajar, anak-anak belum memiliki kapasitas memori layaknya orang dewasa, bisa saja mereka lupa untuk menjaga jarak dan berkerumun bersama teman-temannya. Untuk mencegah hal itu maka sebaiknya memberi simbol jarak aman dalam setiap ruangan, termasuk ruangan belajar.

Advertisement
alterntif text
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

enrk

enrk

Facebook

Terpopuler