Connect with us
alterntif text

Opini

Kasus OTT Disdikbud Sidrap, Jangan Dipolitisir

Published

on

HR. Moestafa  (Dir. Mandiri Foundation)

SIDRAP — Suatu hari seorang sahabat bernama Abu Dzar al-Ghiffari memohon kepada Rasulullah SAW untuk mengabdikan diri sebagai pemimpin di daerah seperti sahabat lainnya. Abu Dzar berkata, “Wahai Rasulullah, tidakkah engkau hendak menggunakan (jasa)-ku?”

Namun, Rasulullah SAW yang mengetahui karakter para sahabatnya, mengetahui bahwa Abu Dzar tidak cocok untuk menjadi seorang pemimpin. “Wahai Abu Dzar, engkau itu lemah (dalam kepemimpinan), dan kepemimpinan itu ialah amanah dan akan menjadi kehinaan serta penyesalan pada Hari Kiamat.”

Sungguh, Rasulullah SAW tidak meragukan kesalehan dan ketakwaan Abu Dzar al-Ghiffari, tetapi ia hendak mengingatkan akan bahaya menjadi pemimpin tanpa mampu menjalankan amanah yang diembannya. Karena, pemimpin tidak hanya bertanggung jawab kepada rakyatnya, tapi dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Jika seorang pemimpin mampu menunaikan amanah dengan baik, memberikan hak-hak bagi orang yang dipimpinnya, dan berbuat adil kepada diri, keluarga, dan rakyatnya, ia termasuk orang yang paling dicintai Allah dan mendapatkan naungan dari sisi-Nya pada Hari Kiamat. “Sehari menjadi pemimpin yang adil, lebih baik daripada beribadah selama 60 tahun.” (HR. Achmad).

alterntif text

Nah seperti halnya Kasus OTT di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sidrap menyeret Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sidrap H. Syahrul Syam yang tersorot oleh publik baik dari lingkup Pendidikan maupun diluar lingkup Pendidikan. Bagaimana tidak, Kadis nyentrik ini yang selalu tampil apa adanya didepan para guru dan forum publik kependidikan dan yang tak kalah penting beliau selalu berada digaris terdepan ketika para guru menghadapi masalah. Yang selalu mensupport kegiatan pendidikan dalam pengembangan mutu pendidikan di Kab. Sidrap

Saya sebagai salah satu pemerhati pendidikan, sangat mensupport secara moril kepada beliau (H.Syahrul) atas proses hukum yang menimpanya dan yakin bahwa beliau tidak terlibat didalamnya dan posisi ini adalah kesalahan administrasi yang harus beliau pertanggungjawabkan selaku pimpinan instansi tersebut.

Kami harap kasus beliau jangan ada politisir didalamnya, sehingga bisa terselesaikan dengan sesuai harapan kami yakni nama beliau bersih kembali dan kembali bergabung dengan dunia pendidikan yang menanti beliau.

 

HR. Moestafa

*Dir. Mandiri Foundation*

Advertisement
alterntif text
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

enrk

enrk

Facebook

Terpopuler